Posts

Kejutan DariNya

Image
Seperti mendapatkan kejutan-kejutan yang sebenarnya sadar atau tidak sadar bahwa Sang Maha Pencipta selalu memberikan kodeNya di kehidupan. Kita, diajak untuk (mungkin) tidak sadar agar mengerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas dan pasrah (tawaqal). Atau..... sebenernya Dia menyadarkan kita tapi kitanya saja tidak peka, hemm . Akhir-akhir ini memilih untuk menjalani segalanya sesuatunya dengan sendiri, walau terkadang disaat semua bersenda gurau dengan kawan, pasangan atau keluarga membuat sedikit iri dan Hey dude, what are you doing in there, muse alone? Sometimes, mencoba dengan membuka-buka gadget agar tidak kaku, kikuk atau canggung. But, surely this is not what I needed (bermain gadget) . Memilih sendiri, bukan berarti tidak ada kawan. Tapi adakalanya diri ini membutuhkan ke- exclusive -an untuk merenungkan segalanya, menikmati setiap detik yang dilewati, memanjakan pikiran dengan khayalan, rencana, kegelisahan, kesalahan yang telah dan akan diperbuat. Memilih send...

Pulau Sikerei (Saling)

Image
Manusia-manusia berdarah Minang itu terlihat antusias mengenalkan diri ini untuk lebih peka terhadap budaya, kebiasaan, tradisi dan jamuan selamat datang khas mereka. Entah raut wajah yang benar bahagia atau menutupi dengan sebuah kebahagiaan atas kelelahan yang tiada henti. Tapi itu lebih dari cukup. Mencoba menelisik satu persatu wajah-wajah baru. Melebur untuk mengetahui karakter dan menggali akan sebuah kebiasaan yang seharusnya dilakukan oleh sang tamu. Ini terlihat menyenangkan. Satu hal yang terlihat indah “kami belum saling kenal, kami tidak tahu satu sama lain, kami tidak mengerti siapa dia, kamu dan mereka. Apakah dia baik? Jangan-jangan dia sebenernya seorang penipu, pencuri, pembual atau pembunuh? Semua pertanyaan itu seperti telah diikat rapat dan dijamin tidak akan keluar di pikiran. Entah perasaan apa yang diberikan hingga sebuah kepercayaan itu timbul dan menjadikan mereka layaknya saudara jauh yang bernaung dalam satu atap lalu terpisahkan. Dekat, bercanda, te...

Pulau Sikerei I (Bukan Ujung Perjalanan)

Image
Hidup penuh pilihan dan semua itu Tuhan yang menentukan atas niat dan usaha yang telah diperbuat. Ketidaksengajaan yang menarik diri untuk terlibat lebih pada sebuah hal yang istimewa. ( Yap! “hal”nya yang istimewa, diri ini tidak ada sama sekali istimewanya ). Selain mencoba keluar dari kemonotonan hidup, mencoba keluar dari zona ternyaman. Walau sesungguhnya sedikit menyesal, kenapa diri ini memiliki mimpi-mimpi konyol, yang harus mengorbankan banyak hal. Dan berdasarkan berbagai pengalaman, hatilah yang paling sering menjadi korban karena dia yang paling rapuh.   Melalui niat yang benar-benar ikhlas tanpa ada condong kemanapun. Lalu sabar. Lalu pasrahkan kepada Sang Pemilik Hidup, maka jalan itu akan muncul dari arah mana saja. Percayalah~ Perjalanan kali ini, seperti berjalan dengan sedikit keanehan ketika memulainya. Menjalani dengan sepenuh hati, benar-benar bahagia, tanpa beban, walau sebenarnya banyak hal yang menguras pikiran, namun entah sisi manakah yang menari...

Ujung Getar

Image
Dan satu persatu menemukan ujung getarnya. Satu kalimat yang terasa biasa saja namun benar-benar mengetarkan hati. Singkat, memang singkat tapi sungguh bermakna. Coba pahami dear~ Waktu berjalan berselimutkan kesibukan, berbagai kesedihan, berbagai kebahagiaan. Jika tidak ada itu mungkin waktu berjalan begitu lama, begitu membosankan dan entah bagaimana hidup ini menuju.  Kesibukan itu, kesedihan itu, kebahagiaan itu yang mengantarkan satu persatu untuk menemukan atau mungkin malah mengusahakan dan menciptakan ujung getarnya.  (Ujung getar? Yap ! Sesuatu yang lebih menggetarkan, lebih mengagetkan dari pada aliran listrik. Tuhan tidak tidur dear~) Segala hal kesibukan, kesedihan dan kebahagiaan semu itu hanya sebuah hiburan di tempat singgah. Transit sejenak untuk mempersiapkan diri. Sepertinyaa itu cara Tuhan agar kita semakin siap dan yakin. Siap menghadapi segala yang sedang dan akan terjadi setelah ujung getar itu hadir. Pada bulan sederhana di tahun lalu ( ± ...

Tesso Nilo

Image
Terkadang untuk menjadi seseorang yang taguh butuh keberanian dan ketegaran Terkadang untuk menggapai cita-cita butuh mengorbanan dan kerja keras Tak ada sedikitpun suatu hal yang didapatkan tanpa adanya kerja keras. Tak ada. Mungkin, pernah berpikir bahwa medapatkan suatu hal karena kebetulan, karena suatu keberuntungan. Tidak, tidak semudah itu. Kamu pasti pernah melakukan suatu usaha dan kerja kerasa namun tak sadar. Meskipun hanya sebuah doa ringan yang dipanjatkan kepadaNya. Tuhan Maha Mendengar dan Mengetahui segala yang terjadi dalam hidupmu. Hari ini, kami belajar. Menjadi seseorang yang lebih sabar dan peka terhadap lingkungan, menjadi seseorang yang mandiri dan mau menerima kondisi dalam bentuk apapun, menjadi seseorang yang murah hati dan adaptable . Berani, kuat dan memusnahkan rasa takut walaupun selalu menghantui dalam diri. Perjalanan seorang diri (lagi) menuju Taman Nasional Tesso Nilo. Antara kesempatan atau keberuntungan. Tidak, tapi dua-duanya tent...

Menuju Senggigi

Image
Tak ada yang spesial di pagi hari. Namun sedikit hal yang mampu menghadirkan senyuman seketika... dan....  -SMS pak Kepala Balai memulai cerita hari ini- Bersama mobil Manggala Agni kami berjalan (pertama) di Lombok.  Free? That’s right . Mamiq dan Inaq kebetulan juga dateng menjenguk Baiq. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi  joq pante  (ke pantai).  Suguhan pemandangan yang indah di sepanjang jalan terasa lebih menyenangkan. Baru pemandangan jalan yang alami ini saja hati sudah mulai terhanyut, apalagi melihat langsung objek wisata ( Malimbu Beach and Senggigi Beach ). Sembari diiringi nyanyian amatir dan canda tawa disetiap detiknya membuat semakin jelas saja perjalanan ini akan dibawa kemana. Yap  “ke kebahagiaan dan kegembiraan” Foto, foto dan foto. Terdapat lokasi (sudut jalan) cukup tinggi yang menyajikan pemandangan hebat, dibawah terdapat pantai Senggigi dan Malimbu dengan barisan horison yang jelas. Remang-remang Gili (pulau) Trawangan,...

Ke Pulau Sasak

Image
Kala itu, hari masih gelap namun sang surya mulai menampakan dirinya. Suara Adzan bersautan lalu sejenak menyujudkan diri untuk memohon perlindungan dan kewajiban kepadaNya. Berusaha untuk bangun dari mimpi gelap, menuju pulau baru yang akan dihuni sekitar satu bulan lamanya.  Berdelapan; bersama seorang warga asli pulau yang akan kami kunjungi. Dengan  carrier (tas gunung) dan daypack (tas ransel) sebagai pelengkap dan bekal. Pukul 04.00 WIB pagi, keluar pintu gerbang utama rumah. Dia (anak pulau; Baiq) memanjat pagar. Menyusuri jalan yang sebagian terang dengan lampu jalan yang remang-remang, tak ada seorangpun yang berjalan. Seperti tak ada kehidupan. Tiba-tiba angkutan umum lewat. Kami yang tertahan dengan beban masing-masing memutuskan untuk menaikinya menuju meeting point yang telah dijanjikan sebelumnya. Pesawat kami pukul 09.00 WIB. Dari kota hujan menuju bandara Soekarno-Hatta membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Hingga tiba saatnya pesawat take off dan ka...