Posts

Di Bawah Jembatan Niat

Image
  Beruang madu di salah satu pusat rehabilitasi di Kalimantan Timur Assalamu’allaikum, Berhari-hari mencoba menggerakkan tangan ini untuk menulis kembali, namun rasanya tidak ada hati dan niat yang sesuai. Dalam rangkaian kata-kata yang sebenarnya banyak sekali untuk dijabarkan, namun lagi-lagi, hati ini tak mampu. Bahkan terkadang mendefinisikan rasa dan pikiran yang tersimpan pada suatu momen saja masih belum bisa. Ini seperti dampak dari penyakit yang secara tidak sadar merubah hati manusia. Hari ini, mencoba menuliskan dan menjabarkan apa yang sedang dirasakan. Walau sejujurnya berat karena tidak mampu mengidentifikasi perasaan mana yang harus ditulis dan dirasakan saat melakukannya, namun dengan terus mengetikkan kata demi kata ini, hati terasa lebih tertata. Bismillah, Hujan di bulan Januari, dengan suasana hening dan hanya terdengar bunyi dari tombol-tombol keypad laptop, dariku maupun dari sosok yang duduk di seberang. Perasaan sedih ini terasa mengalir begitu deras,...

Pikiran Ini Itu

Image
Rasanya ingin segera akhir tahun, karena mengakhiri pekerjaan yang sesungguhnya menyenangkan namun terbungkus dengan menyesakan di perjalanan selanjutnya Rasanya ingin segera akhir tahun, karena mungkin bisa melakukan hal-hal yang ingin dilakukan, tidak berkungkung oleh pikiran sesak akan tugas-tugas kantor yang tidak ingin dikerjakan namun harus dikerjakan (serasa disuruh lari, tapi maunya diem. Ga enak) Namun, ada rasa takut juga. Bagaimana jika nantinya ternyata tidak semenakjubkan yang dipikirkan? Bagaimana jika nantinya malah bosan dan mengeluh-mengeluh dan mengeluh? Bagaimana jika nantinya malah stress karena stay at home dan butuh kerja Banyak sekali yang dipikirkan Padahal jelas, Islam mengajarkan untuk lebih baik tidak berkata "bagaimana jika" karena memang itu belum akan terjadi. Seperti tidak percaya bahwa semua itu akan ditanggung oleh Dia Sang Penguasa Alam. Kalau memang percaya dan mengimani bahwa semua terjadi atas kehendakNya, maka pikiran dan hati akan lebih...

Random

Image
  Kadang, walau seharian tidak melakukan apapun, namun rasa itu muncul. Lelah seketika dengan banyak kejadian yang seharusnya tidak dapat dikatakan bahwa “banyak”. Semua ini seketika ingin mengajakku, untuk lebih sadar akan makna hidup.   Lebih sabar, tenang, bersyukur dan tentu positif Telah banyak hal yang terpikir akan suatu yang menjijikan, walau sesungguhnya tak mengerti apakah benar menjijikan, atau hanya rayuan dan hasutan dari kanan-kiri untuk semakin berpikir jijik Pikiran ini sungguh konyol, ke sana kemari Walau ketika dibaca ulang rasanya malu, namun kenapa tidak untuk hajar saja? Ada rasa yang aneh setelah semua ini akan berakhir, menunggu hingga kadaluarsa tiba. Rasa sabar atau tidak sabar. Semoga semuanya dalam lindunganNya dan ini jalan terbaikNya Keputusan ini begitu ambigu, tidak pasti namun pasti. Perlahan. Mencoba mengetuk segala pintu yang terencana, lalu membiarkan Dia yang memutuskan atas semua tindakan yang direncana. Tapi pertanyaannya, me...

Lingkungan, Lingkaran

Image
Bismillahirrohmannirrohiim Akhir-akhir ini terasa tertampar akan hal yang menjadi dilema setahun terakhir.  Lalu tersadarkan oleh keresahaan yang semakin menjadi   Setelah dirasa dan dipikirkan, memang sesungguhkan lingkungan ini yang tidak baik. Benar memang, kita tidak dapat merubah eksternal, yang bisa dilakukan hanya merubah internal. Walau demikian, ketika ekstenal mengalami hal-hal negativity dan menimbulkan efek buruk pula dengan internal, maka apa yang bisa dilakukan? Menarik diri untuk keluar dari lingkungan tersebut atau menjadi makhluk adaptasi namun berdiri dengan prinsip yang ada. Pilihan kedua menjadi hal yang saat ini diprioritaskan, akan hal satu dengan lainnya menjadikan pilihan pertama tidak untuk dilakukan saat ini, sudah. Sudah mencobanya namun gagal. Gagal untuk menarik diri. Tak mudah ternyata, mengambil pilihan kedua untuk jadi bagian dari hidup. Berbeda dengan seorang minoritas. Lebih dari itu. Jika tidak kuat, maka akan terbawa, terbawa ...

Kembali (lagi)

Image
Yashica FX 200 Super - Fuji C200 - Rawa Pening Kala itu, angin meniup pelan Pelan Perlahan Hingga menyejukan Matahari masih dengan hangat menyinari asa Hawa panas tak terasa Tubuh yang telah hilang meminta tuk meronta Tontaan agar kembali Kembali berdamai, tenang dan bersatu Semua damai Tak apa ramai Seperti pantai Dengan nyiur yang melambai Hati gundah, sirna menua Jiwa terusik, tak minta disisik Semua kembali Bersemilah senyum merekah itu Wahai jiwa yang berilmu Nuntunlah tuk menjamu Pada para tamu Haru biru itu Mengingatkan pada semua suasana yang damai Tenang Jiwa ini tenang -Halo aku kembali- 02032020 10.01 Djakarta

Mari Kembali

Image
Entah bagaimana dan mengapa Rasa hingga tenggorokan itu selalu muncul Ketika ada pemicu Dan sejenak kalimat-kalimat itu hadir Irsalina itu harus bisa sabar Di dunia ini tidak ada yang sesuai dengan keinginanmu Terlebih setelah tidak sendiri Peluang itu akan lebih besar Irsalina itu harus bisa ikhlas Ikhlas menerima apapun yang menjadi keputusan bersama Kalau tidak sejalan?  Yasudah mengalah Rasanya ingin mati rasa saja Kembali cuek, tidak peka  Beberapa kali menjadi orang peka malah membawa beban hati Terlahir tidak peka Lalu tumbuh, belajar menjadi peka Ternyata tidak sepenuhnya harus menerima kepekaan Irsalina itu harus bisa positif thinking Kembali belajar saat kerja di jalan dulu Positif thinking utama Irsalina itu harus bisa seperti dulu lagi Tenang, tidak gengsi, yowes aja ngga papa InsyaAllah semuanya jadi lebih tenang Tenang hatinya, pikirannya, hidupnya Allah itu ngga tidur Bagaimana Al Matsuratmu?  Tadarusmu?  Qiamullai...

Rutinitas atau Adaptasi

Image
Mungkin pertanyaannya adalah “sampai kapan mampu menopang rutinitas?” Termakan rutinitas ngga jauh beda dengan “mungkin ini proses adaptasi”. Semakin membiasakan untuk dianggap sebagai proses adaptasi ternyata bisa menjadi semakin termakan rutinitas. Hal yang seharusnya disimpan baik-baik menjadi suatu yang berharga, bisa terkikis tipis dan lama-lama tidak sadar bahwa hal tersebut terlah terkikis secara perlahan. Kalau tidak sadar betul naudzubillah bisa terlepas, astaugfirullah. Kembali menemukan dan bangkit membangun hal yang berharga itu ternyata tak semudah mengembalikannya seperti semula. Akibat terkikis secara pelahan yang tidak disadari. Atau, mempertahankan yang ada, yang tersisa. Atau, bahagia sejenak tanpa beban. Hilang Lalu ada kembali, kembali berbeban. Seketika saja. Tidak permanen. Setidaknya ada. Harus ada rengekan kecil-kecil dan push dari dalam diri. “semuanya memang kembali ke diri sendiri, mulai dari niatnya. Kalau capek yaa...