Posts

Ayolah, hei!

Image
Kapan bisa lebih tenang?  Tenang di dunia? tentu tidak ada batas waktu kapannya, karena dunia memang bukan tempat untuk berleha-leha..... Ada hal-hal yang sulit untuk diungkapkan namun terasa jelas bahwa 'itu tidak nyaman'. Bukan berarti kemudian perlu mendapatkan nasehat bijak bahwa 'terima saja ketidaknyamanan itu'. Betul, tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Alangkah bijaknya disampaikan pada momen yang berbeda. Disaat api sedang membakar hutan yang lebat, timbul ungkapan yang terlihat 'bijak' maka tidak ada pengaruh baik yang hadir.  Dan, selamat belajar.  1341 20211125 Panas-sendu beradu 

Selamat!

Image
  #35mm pagi yang damai Terkait hal-hal yang diluar kendali, dan berusaha untuk tidak meninggalkan jejak-jejak pedih.  Terkait derita-derita yang pernah ada yang menjadi lalu. Terkait rasa yang menjadi beban berat dalam jiwa sekian lama dan punah seketika dalam waktu yang singkat, namun perjalanan yang panjang untuk memutuskannya. Selamat!! Selamat karena mampu memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan, Selamat atas hal yang telah dilalui dengan baik walau tertatih, dan Selamat dengan kegigihan yang penuh.  Hari ini, apakah menang?  Entahlah, menang kalah bukan menjadi hal yang perlu diperdebatkan. Hanya sebuah iming-iming untuk menjadi lebih baik kemudian harus tetap mengkayuh lebih, berpindah, berputar dan berjalan. 261021 17.25 Hidup

Untuk kamu yang lahir, tumbuh, dan menjadi bagian Indonesia

Image
@35mm - pagi di Jogja   Ada beberapa hal yang menggelitik terkait apa yang (sangat booming ini) sedang terjadi.  Terkait hal-hal yang beredar di negara kita ini, Indonesia.  Simpang siur berita, beberapa beranggapan berkubu, beberapa bekerja secara diam, dan beberapa terang-terangan melakukan hal yang secara tidak langsung pasti akan ter- notice oleh khalayak umum. Rasanya ingin menganggapnya biasa saja, dan menjadi hal yang "lumrah" tapi ternyata hati dan pikiran selalu ingin mengulik dan menguliknya, hingga menjadi hal yang sangat muak untuk tinggal dalam tubuh. Pertanyaan yang sering muncul- kenapa Indonesia? kenapa terlahir sebagai warga Indonesia? kenapa menjadi bagian di Indonesia? kenapa hidup di Indonesia? kenapa besar di Indonesia? kenapa garis keturunan orang Indonesia?  Tentu pertanyaan yang jelas-sangat jelas jawabannya? Qada! Garis ketetapan dariNya yang tak seorangpun tau.  Tapi terkadang merasa putus asa dengan apa yang sedang terjadi di bumi (y...

Ilmu tentang hal-hal seharusnya dipikirkan dan tidak

Image
@35mm golden hour in Jogja Beberapa kali mendengarkan (secara tidak sengaja) melalui podcast terkait "teori stoikisme", kemudian lama tak mendengarnya, tiba-tiba muncul (secara tidak sengaja) dalam linimasa terkait bagaimana hidup simple dengan cara memisahkan hal-hal berdasarkan lingkar, yaitu lingkar pengaruh, lingkar peduli, lingkar perhatian. Hinga secara tidak sengaja (lagi-lagi) sedang mendengarkan suatu podcast dimana sang narasumber keceplosan bahwa dirinya sedang belajar mengaplikasikan teori stoikisme. Langsung terkoneksi terhadap definisi/pengertian dari teori tersebut, lalu memutar memori yang telah ada dan mengkaitkannya. Amazingly , bahwa sesungguhnya 2 teori tersebut pada intinya sama. Beberapa orang (kalangan psikolog dan ahli filsafat) menyebutnya dengan teori stoikisme  Dan ada pula seorang anak ulama dengan pembawaaan santai untuk memudahkan hadirin memahami suatu teori agar tetap bermakna, menjabarkanya dengan kalimat Lingkar Pengaruh, Lingkar Peduli, dan...

Award To Myself

Image
@Filosofi Cafe, bekal menuju Bandung Penghargaan perlu, untuk memacu diri menjadi manusia yang lebih baik, atau bahkan mempertahankan sifat baiknya. Memberikan sebuah pernyataan bahwa "telah mampu melewatinya" atau bahkan hanya sebuah "bayaran" bahwa telah berhasil.  Apapun itu, sepatutnya manusia layak mendapatkan penghargaan. Lalu siapa yang memberikannya?  Dalam internal, diri sendiri dapat memberikannya, walau hanya sekedar duduk relax, rebahan, bersantai, a cup of caffeine atau whatever makes you happy, enjoy and let go of your mind. That's verry helpfull.  Dalam ekternal, tentunya melibatkan manusia lain yang mampu memberikannya, atau bahkan secara formal melalui suatu event yang mengusung sebuah penghargaan. Apapun itu, itu baik.  Penghargaan perlu, namun tidak berlebih. Cukup. Seperti halnya sebuah pemberian yang berlebihan, maka akan melenakan dan merasa termanjakan. Hingga muncul kalimat " oh, oke ngga papa " atau " yaudahlah ya ngga pap...

Kota Desa Sama Saja, Yang Beda Pikiran Kita

Image
Sawah di Bantul #35mm Terkadang menjadi orang desa tidak butuh nonton film, mediatasi/yoga, segelas minuman fancy yang melegakan pikiran atau curhat di media sosial   Terkadang ketika suntuk dengan berbagai tuntutan kerjaan atau kebutuhan hanya sekedar jalan berkeliling menghirup udara segar "mau kemana?" | "pusing kepala, mau cari angin" karena mata mematang hijauan, padang padi, gunung dan kabut dengan udara yang menyejukan seketika melegakan perasaan yang berat. Tidak dengan healing melalui "nonton film" atau " curhat via media sosial" karena banyaknya masyarakat yang kadang ikut adil dalam kegembiraan maupun kesedihan. ' Njagong ning cakruk ' alias nongkrong di pos ronda, atau di bawah pohon mangga dengan kaki selonjoran, walau tidak sepenuhnya menghilangkan beban, tapi media sosial yang secara nyata itulah yang kadang membuat hati dan pikiran dapat menilai langsung harus berbuat apa dan bagaimana. Yoga/meditasi hal yang bagus untu...

Ngimpi G*mblung

Image
di atas moda transportasi roda 4; yashica electro #35mm Jadi, bapak mau nyalon tahun berapa? Percakapan random yang membawa otak untuk berpikir keras dalam menjawab ini terjadi dalam perjalanan dadakan bermoda transportasi umum roda 4.  Entah mulai darimana, tapi sungguh sangat jelas bermula dari kata "njih pak". Kemudian sepasang manusia yang amatir ini, mencoba menerka bahwa sang pengemudi adalah warga suku Jawa. Kemudian berlanjut dengan obrolan bermuatan bahasa jawa. Alih-alih hanya basa basi, malah berlanjut panjang dan 1,5 jam perjalanan penuh dengan obrolan a i u e o. Hingga dapat dirangkum secara singkat karena banyak obrolan sensitif jadi sebaiknya tidak dituliskan.  Sehingga intinya menjadi... Q: Jadi kalau bapak mau nyalon apa nih? A: Kalau saya sebenernya pengen lurah saja sih pak. Dari tapak. Q: Lurah sama kedes beda loh A: Oiyaya? hemm lurah mungkin ya Q: Dimana pak? Jogja? A: Kayanya sulit kalau Jogja pak, saya mau mencoba di Kendal ajalah. Di sana lebih banyak...